10 Mei 2010

Kebun Raya Cibodas Nan Sejuk

Kebun Raya Cibodas terletak di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.
Pada tanggal 11 april tahun 1852 Kebun Raya Cibodas didirikan oleh seorang kurator Kebun Raya Bogor yaitu oleh Johannes Ellias Teijsmann. Ketika itu Kebun Raya Cibodas bernama Bergtuin te Tjibodas atau Kebun Pegunungan Cibodas. Oleh Teijsmann tempat itu dimaksudkan sebagai lokasi aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi. Selanjutnya, tempat ini kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas. Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor.
Kebun Raya Cibodas mempunyai ketinggian 1275 m dpl, kondisi alamnya berbukit-bukit, lereng gunung yang bergelombang, curah hujan 2380 mm per-tahun dan suhu udaranya antara 17 °C - 27 °C dengan suhu rata-rata 18 °C.

Tumbuhan Koleksi Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas mempunyai koleksi berbagai jenis pohon besar seperti tusam, tumbuhan paku pegunungan, tumbuhan runjung, hutan kaliandra, hutan alam. Koleksi yang paling khas dari Kebun Raya Cibodas adalah Taman Lumut Cibodas yang memiliki 216 jenis lumut dan lumut hati dari berbagai daerah Indonesia dan dunia. Taman Lumut ini luasnya 2.500 meter persegi.
Kebun Raya Cibodas mempunyai koleksi tanaman sebanyak 10.792 jenis, 700 jenis koleksi biji, dan 4.852 koleksi herbarium. Koleksi tanaman terbagi dalam 2 (dua) koleksi yaitu koleksi di kebun dan koleksi di rumah kaca.
Koleksi tanaman di kebun berjumlah 1.014 jenis di antaranya terdapat tanaman khas seperti Kina (Cinchona pubescens) yang merupakan tanaman obat, pohon Bunya-bunya (Araucaria bidwill) yang merupakan tanaman tua dan batang pohonnya besar, Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) yang mempunyai bunga berukuran raksasa dan menarik serangga.
Koleksi tanaman di rumah kaca terdiri dari Anggrek sebanyak 320 jenis seperti Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum) adalah anggrek asli dari Jawa dan Anggrek Kiaksara (Macodes petola), Kaktus sebanyak 289 jenis seperti Kaktus Kursi Mertua (Achinocactus grussoni), sukulen sebanyak 169 jenis.
Di Kebun Raya Cibodas terdapat tanaman yang dapat dimakan, seperti biji dari tanaman Saninten (Castanopsis argentea), daun Rasamala (Altingia excelsa) untuk lalapan, daun Keresmen atau Mint (Mentha arvensis) yang terasa pedas serta segar.
Terdapat tanaman herbal untuk bahan baku jamu seperti jenis Pegagan atau Antanan (Centella asiatica) sangat baik untuk perempuan yang baru melahirkan, Tempuyung (Sonchus arvenis) dapat digunakan untuk mengobati batu ginjal. Sedangkan Ki Urat (Plantago major) dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus.
Jika ingin melihat bunga sakura (Prunus cerocoides), pengunjung tidak perlu lagi harus ke negara Jepang, karena di Kebun Raya Cibodas terdapat Taman Sakura yang isinya adalah pohon bunga sakura yang bunganya berwarna merah muda. Taman Sakura dibangun pada tahun 2006, dan luas tamannya sekitar 3.200 meter persegi.

Daya Tarik Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas yang terletak dikaki Gunung Gede Pangrango dengan luasnya 125 hektar adalah salah-satu obyek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Kebun Raya Cibodas dengan udara yang sejuk dan bersih, angin sepoi-sepoi, suara kicauan burung, panoramanya yang indah dengan pepohonan serta tumbuhan nan hijau terhampar membuat hati terasa sejuk dan damai, tak berlebihan jikalau seorang ahli fisiologi tumbuhan asal Jerman yang lama bermukim di Indonesia, yang bernama Dr. F.W. Went mengatakan : If paradise still exist on earth, Cibodas must have been part of it (Seandainya masih ada sorga di muka bumi ini, maka Cibodas pastilah bagian daripadanya).
Terdapat pula air terjun, dari pintu masuk menuju ke lokasi air terjun berjarak ± 750 meter.
Kebun Raya Cibodas bukan cuma berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai tempat pendidikan dan penelitian.

Fasilitas Di Kawasan Cibodas
Tersedia fasilitas, seperti lapangan parkir, ruang informasi, teater alam terbuka, Wana Wisata Cibodas, areal bermain anak-anak, pendopo, shelter, mushola, camping ground, MCK.

Cara Mencapai Kebun Raya Cibodas
Dari Jakarta, dengan kendaraan roda empat Kebun Raya Cibodas dapat ditempuh dalam waktu ± 3 jam dengan jarak tempuh ± 100 km.
Dari Jakarta menuju jalan Raya Puncak, ada petunjuk jalan dijalan Raya Puncak, lokasi Kebun Raya Cibodas terletak disebelah kanan jalan. Dari jalan raya, masuk sekitar 4 km untuk mencapai gerbang Kebun Raya Cibodas.
Dari Bandung, dengan kendaraan roda empat Kebun Raya Cibodas dapat ditempuh dalam waktu ± 2,5 jam dengan jarak tempuh ± 80 km.

Waktu Berkunjung
Kebun Raya Cibodas dibuka setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB.

24 April 2010

Monas Merupakan Sumber Semangat Patriotisme

Monumen Nasional yang lebih dikenal dengan sebutan Monas atau Tugu Monas adalah salah-satu monumen kebanggaan bangsa Indonesia, khususnya bagi warga Ibukota Jakarta dan sekitarnya. Monumen ini didirikan dengan tujuan sebagai monumen peringatan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia didalam melawan penjajahan Belanda pada masa revolusi kemerdekaan tahun 1945. Dengan adanya Monumen Nasional ini kiranya dapat menjadi sumber inspirasi serta semangat patriotisme bagi generasi yang ada sekarang dan yang akan datang. Hal-hal yang memaknai yang tersebut diatas dapat ditemui melalui 3 (tiga) tempat yang menjadi simbol bangsa yaitu didalam Monas terdapat museum yang menceritakan napak tilas sejarah Indonesia, ruang kemerdekaan yang merupakan tempat dikumandangkan proklamasi oleh Presiden Soekarno dan pelataran cawan atau ruang yang memiliki arti dan lambang proklamasi.

Berdirinya Monas
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959 dan pada tanggal 17 Agustus 1961 diresmikan oleh Presiden RI Soekarno. Pada tanggal 12 Juli 1975 Monas resmi dibuka untuk umum. Monas didirikan diatas tanah seluas 80 hektar dan arsitek yang mendesain tugu ini adalah Soedarsono dan Frederich Silaban, konsultannya adalah Prof. Ir. Rooseno.
Monumen Nasional ini terletak di Taman Monas. Taman Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Disekitar monumen terdapat taman, kolam serta lapangan yang disediakan untuk berolaharga.

Struktur Monas
Bentuk dari Tugu Monas idenya adalah dari bentuk Alu dan Lumbung yang merupakan alat rumah tangga khas budaya bangsa Indonesia yang hampir terdapat disetiap rumah tangga di Indonesia. Alu atau Lingga atau Anatan ini dilambangkan dengan bentuk Tugu Monas yang menjulang tinggi, sedangkan Lumbung atau Yoni dilambangkan dengan bentuk Cawan pada bagian bawah Tugu Monas.
Tugu Monas tingginya adalah 132 meter, pada bagian puncak monumen terdapat bentuk cawan yang menopang nyala obor atau lidah api abadi yang terbuat dari bahan perunggu seberat 14,5 ton serta berdiameter 6 meter dan terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Bahan perunggu ini dilapisi dengan emas seberat 35 kg. Nyala obor ini adalah melambangkan perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah didalam meraih kemerdekaan dan berjuang sepanjang masa.
Dibagian bawah puncak monumen terdapat pelataran puncak dengan luas 11 x 11 meter serta dapat menampung pengunjung sebanyak 50 orang. Puncak monumen mempunyai ketinggian 17 meter dari pelataran puncak.
Pelataran cawan mempunyai luas 45 x 45 meter dengan ketinggiannya 17 meter dari dasar monumen. Angka 45 adalah diambil dari angka Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada landasan dasar Tugu Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional yang dapat menampung pengunjung ± 500 orang. Museum ini berukuran 80 x 80 meter.

Untuk masuk ke Monas, pengunjung dapat masuk melalui pintu masuk diseputar plaza Taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas.
Dari sini pengunjung dapat menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum.

Fasilitas Didalam Bangunan Monas
Terdapat fasilitas museum dan aula untuk bermeditasi.
Untuk naik keatas monumen terdapat elevator serta terdapat tangga darurat pada sekeliling badan elevator yang terbuat dari besi.

Melihat Kota Jakarta Dari Monas
Dengan menggunakan elevator/ lift, pengunjung dapat naik hingga sampai ke pelataran puncak. Dari pelataran puncak, pengunjung dapat melihat dengan lebih jelas situasi Kota Jakarta. Melihat kearah selatan, dari kejauhan pengunjung dapat melihat Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, kearah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Kearah barat, pengunjung dapat melihat Bandara Soekarno-Hatta.

Transportasi Ke Monas
Monas terletak di Jalan Merdeka (Stasiun Gambir). Tidaklah sulit untuk menjangkau Tugu Monas, karena banyak sekali transportasi yang melalui Tugu Monas, seperti taxi, bis, bus way.

Cindera mata
Di Monas terdapat cindera mata seperti gantungan kunci miniatur Tugu Monas, kaos bergambar Tugu Monas, miniatur Tugu Monas. Jika pengunjung ingin berfoto, terdapat juga foto langsung jadi.

Jam Buka Monas
Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.