23 Februari 2010

Kebun Raya Bogor Salah Satu Tertua Di Asia

Kebun Raya Bogor (KRB) atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.
Luas kebun raya ini mencapai 80 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.
Kebun Raya Bogor banyak dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, keluarga, bahkan wisatawan dari mancanegara. Kebun Raya Bogor merupakan salah-satu Kebun Botani tertua di Asia dan memiliki keindahan tersendiri.
Kebun Raya Bogor merupakan tempat untuk kegiatan pendidikan dan sekaligus sebagai tempat rekreasi. Di Kebun Raya Bogor terdapat museum hewan (museum zoologi), perpustakaan, Istana Bogor, koleksi taman anggrek, pusat riset dan pengembangan biologi, serta ribuan koleksi spesies tanaman tropis yang dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem, bamboo, atau jahe dan juga terdapat pohon-pohon tua yang sudah langka dan umurnya mencapai ratusan tahun.

Sejarah Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor, mula-mulanya adalah bagian dari Samida (hutan buatan atau taman buatan) yang telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, seperti yang sudah tertulis didalam prasasti Batutulis.
Hutan buatan ini dibuat dengan maksud untuk menjaga kelestarian lingkungan, yang dijadikan sebagai tempat untuk memelihara benih-benih kayu yang langka. Hutan ini kemudian terlantar setelah Kerajaan Sunda ditaklukkan oleh Kesultanan Banten, dan akhirnya pada pertengahan abad ke-18 Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah-satu sudut hutan buatan ini.
Pada awal tahun 1800-an, Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles (yang mendiami Istana Bogor saat itu) tertarik untuk menjadikan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik, kemudian dengan dibantu oleh para ahli botani, halaman Istana Bogor dirubah menjadi sebuah taman yang bergaya Inggris klasik. Ini adalah awal mula dari terbentuknya Kebun Raya Bogor seperti sekarang.
W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London adalah salah-satu yang ikut mendesain taman.
Pada tahun 1814, Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia, dan dimakamkan di Batavia, kemudian diabadikan dengan didirikannya Monumen Lady Raffles, yang dikenal juga sebagai Ibu Negara Jawa, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.

Ide awal pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner. Abner menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen, yang isinya menyatakan keinginannya untuk meminta sebidang tanah untuk dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, sebagai tempat pendidikan guru, dan menjadi tempat koleksi tumbuhan untuk pengembangan kebun-kebun yang lainnya.
Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang ilmuwan botani dan kimia (berkebangsaan Jerman) yang kemudian pindah ke Belanda, tertarik untuk menyelidiki berbagai macam tanaman yang digunakan untuk pengobatan dan mengumpulkan semua tanaman ini disebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (bahasa Belanda : tidak perlu khawatir). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium dan kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tanggal 18 mei 1817, Kebun Raya Bogor secara resmi didirikan dengan nama s'Lands Plantentuinte Buitenzorg. Kebun Raya Bogor ini didirikan oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen. Pelaksanaan pembangunan kebun ini dipimpin oleh Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt dengan dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris). Setelah itu Bogor kemudian menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan ada sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun ini. Adapun lahan pertama yang dijadikan sebagai kebun botani adalah tanah disekitar Istana Bogor dan bekas Samida.
Pada tahun 1822, Reinwardt pulang ke Belanda dan posisinya diganti oleh Dr. Carl Ludwig Blume. Dr. Carl Ludwig Blume kemudian melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun dan juga menyusun katalog kebun yang pertama, berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman.
Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch, dengan dibantu oleh Justus Karl Haßkarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan tanaman menurut suku (familia).
Johannes Elias Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Melchior Treub.
Pendirian Kebun Raya Bogor adalah awal perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Pada tanggal 30 Mei 1868, Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.
Pada awalnya kebun ini hanya digunakan sebagai kebun percobaan untuk tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangan selanjutnya digunakan juga sebagai wadah penelitian ilmuwan pada jaman itu (1880 - 1905).
Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti, Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949) adalah merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpinan lembaga penelitian yang bertaraf internasional.
Kebun Raya Bogor didalam perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti : s'Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede, Kebun Jodoh, Kebun tete.

Daya Tarik Kebun Raya Bogor :
Bunga Bangkai (Amorphophalus Titanum)
Bunga ini pada saat akan mendekati mekar, akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Tinggi bunga ini dapat mencapai setinggi 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter dan merupakan bunga majemuk terbesar didunia tumbuhan.

Pohon Leci (Litchi Chinenis)
Pohon tertua yang ada di Kebun Raya Bogor adalah Pohon Leci dari China. Pohon ini ditanam pada tahun 1823, letaknya didekat danau Kebun Raya Bogor.
Tak jauh dari danau terdapat Patung Putri Duyung dan Patung Tangan Tuhan, yang merupakan duplikat dari patung yang ada di Kopenhagen dan Stokholm.

Bunga Fragnant Frangipani
Bunga Fragnant Frangipani, akarnya selalu keluar dari tanah.

Bunga Lily Jawa
Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi Bunga Lily Jawa yang sudah langka.

Pohon Raja
Pohon ini asalnya dari Kalimantan. Disebut Pohon Raja karena Raja di Kalimantan suka mengoleksi pohon ini, yang gunanya dapat untuk menarik lebah dan diambil madunya.

Kelapa Sawit
Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup hingga sekarang.

Rumah Kelelawar
Terdapat pohon besar yang sudah tua, yang menjadi rumah tempat kelelawar bergelantungan.

Perlengkapan Yang Perlu Dibawa
Gunakan baju lengan panjang untuk keliling Kebun Raya Bogor, gunanya untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari serta untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Bawalah topi, air minum, makanan kecil.

Cara Mencapai Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor terletak ditengah Kota Bogor yang ramai, sehingga tidak sulit untuk menemukannya.
Dari Jakarta (± 63 km menuju Kebun Raya Bogor) :
-Dengan bis menuju Terminal Baranangsiang-Bogor, dilanjutkan dengan naik Angkot menuju Kebun Raya Bogor dan turun di pintu Kebun Raya Bogor dekat IPB.
-Dengan kereta ke Stasiun Bogor, dilanjutkan dengan naik Angkot jurusan Merdeka-Sukasari menuju Kebun Raya Bogor dan turun dipintu 1 dekat Pasar Bogor.

Waktu Kunjungan Ke Kebun Raya Bogor
Mulai buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.
Pintu gerbang utama berada disebelah selatan, pintu-pintu yang lainnya hanya dibuka pada hari minggu dan hari libur.
Pada hari minggu, hari libur dan liburan panjang, Kebun Raya Bogor padat pengunjung.

Informasi :
Pada tanggal 1 Juni 2006 (± pukul 20.00 - 20.30 WIB), terjadi badai dan angin kencang, akibatnya sebanyak 124 pohon di Kebun Raya Bogor tumbang, diantaranya banyak pohon yang telah berumur diatas 100 tahun.